Kamis, 23 Juni 2016



NITISEMITO, PEMILIK PABRIK ROKOK NAN KREATIF   Nitisemito lahir di Kudus tahun 1836 dan meninggal tahun 1953 adalah raja kretek Kudus, pemilik pabrik kretek Tjap Bal Tiga. Nama pemberian orangtuanya adalah Rusdi. Anak dari pasangan Haji Sulaiman – Markanah, ayahnya seorang lurah di Desa Janggalan, Kudus. Rusdi tidak bersekolah, dan tidak berniat menjadi lurah sebagaimana ayahnya. Ia memilih menjadi pengusaha dan menyandang nama Jawa yaitu Nitisemito
            Pada tahun 1894 Nitisemito menikahi Mbok Nasilah. Dari pernikahan dua pengusaha tembakau inilah perdagangan kretek berawal. Perpaduan antara racikan tembakau yang dilakukan Mbok Nasilah, serta Nitisemito yang memegang kendali perusahaan, menjadikan usaha mereka berdua berkembang sangat pesat. Awalnya, Nitisemito memberi merek rokoknya dengan nama yang aneh-aneh seperti Tjap Kodok Mangan Ulo, Tjap Soempil, dan Tjap Djeroek. Saat usia Nitisemito menginjak 53 tahun, pada tahun 1916   usahanya semakin meningkat dan ia mulai resmi menggunakan nama Tjap Bal Tiga. Namun, puncak kejayaannya ia raih pada tahun 1918, saat ia mendirikan pabrik rokok di Desa Jati, seluas 6 hektare. Pada masa sebelum Perang Dunia II, perusahaan rokok HM. Nitisemito menjadi salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia. Di Kudus sendiri pada saat itu telah ada beberapa pabrik rokok yang berkembang seperti Tjap Goenoeng Kedoe milik M. Atmowidjojo, Tjap Delima milik HM. Muslich, Tjap Trio milik Tjoa Khang Hay, Tjap Garbis & Manggis milik M. Sirin, Tjap Djangkar milik H. Ali Asikin.

Nitisemito adalah pengusaha pertama yang melakukan promosi dengan menyewa pesawat Fokker dan menyebarkan pamflet kretek dagangannya. Ia juga memberikan hadiah kepada pembeli rokok kreteknya dengan gelas, piring, radio dan sebagainya. Pada tahun 1938 pabriknya mempekerjakan buruh sebanyak 10.000 orang. Bahkan untuk menunjang usahanya yang berkembang pesat, Nitisemito mempekerjakan seorang Belanda ahli perbukuan. Produk rokok Nitisemito tersebar luas di pulau jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan hingga Belanda. Sayangnya Nitisemito tidak mempunyai generasi penerus, sehingga setelah ia meninggal pada tahun 1953  tidak ada yang mengurus usahanya.

APAKAH TEMBAKAU WELERI MEMILIKI KADAR TAR 5 ?



APAKAH TEMBAKAU WELERI MEMILIKI KADAR TAR 5 ? KOTA WELERI tepatnya Kecamatan Weleri berada 6 kilometer dari pantai utara Jawa. Lokasi strategis Weleri di jalan raya Seemarang – Pekalongan pada pertigaan jalan ke arah selatan menuju kota Temanggung. Obyek wisata yang terkenal yakni Pantai Sendang Sikucing dan Pantai Cahaya, keduanya berlokasi di desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari - Kabupaten Kendal. Keindahan Pantai Sendang Sikucing sudah lama terkenal untuk masyarakat daerah Kendal dan sekitarnya. Pantai landai dengan pasir hitamnya yang bersih dan pemandangan alamnya yang indah merupakan tempat yang cocok untuk membawa keluarga berwisata murah tapi berkualitas. Banyak yang menggunakan kesempatan berwisata ke pantai tersebut untuk mandi-mandi dan bermain di pasir pantainya yang bersih. Pantai Cahaya pada awalnya merupakan tempat konservatorium lumba-lumba yang sekarang bertambah menjadi Area Wisata dan Terapi Anak Berkebutuhan khusus. Konon lumba-lumba yang ditangkap di laut Jawa tersebut kemudian dilatih di pantai Cahaya sebelum dibawa ke kawasan Wisata Ancol, Jakarta.
                    Weleri merupakan pusat keramaian di kabupaten Kendal selain Pabrik Gula Cepiring. Selain Pantai Cahaya di desa Sendang Sikucing, ada lagi yang bekern dari Weleri yakni Kospin Sekartama. Awal pendirian bernama  Koperasi Pedagang Kaki Lima “Sedya Karya Utama” lantas pada tahun 2000 terjadi perubahan nama menjadi “Koperasi Simpan Pinjam SEKARTAMA” atau yang disebut dengan “KOSPIN SEKARTAMA.  Yang paling terkenal dari Kabupaten Kendal yakni lahannya cocok untuk budidaya tanaman tembakau. Terdapat 13 kecamatan di kabupaten Kendal adalah Gemuh, Ringinarum, Pegandon, Ngampel, Weleri, Kangkung, Rowosari, Cepiring, Patebon, Kendal, Brangsong, Sukorejo dan Plantungan. Petani Kendal menanam dua varian tembakau yakni Welerian dan Temanggungan. Kedua varian ini dipasarkan pada semua pabrik rokok di pulau Jawa, alkisah aktifitas ini memunculkan banyak petani dan pedagang tembakau yang akhirnya memacu geliat ekonomi kecamatan Weleri lebih maju dibandingkan kecamatan – kecamatan di sekitarnya.

                    Bulan Maret - Juli menjadi begitu sakral bagi para petani tembakau di wilayah Kabupaten Kendal. Pada awal musin kemarau yang minim curah hujan membuat lahan mereka siap ditanami tembakau. Tak heran ribuan petani tembakau di wilayah ini merayakan kedatangan musim tanam dengan berbagai ritual syukur dan pengharapan. Upaya untuk menghasilkan cita rasa kualitas tembakau yang tinggi tetap dilakukan meski di tengah baying - bayang PeraturanPemerintah (PP) No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.  Di daerah Kendal bagian atas meliputi Kecamatan Sukorejo, Pageruyung, Plantungan dan Patean dengan total sekitar 800 hektare lahan penghasil tembakau. Kalau musim kemarau, lahan di daerah atas tidak bisa ditanami apa pun kecuali tembakau.  Padahal, Kabupaten Kendal bagian atas sekitar 1.000 - 1600 Mdpl merupakan penghasil tembakau varian Temanggungan dengan kadar nikotin dan tar melebihi kadar maksimal yakni tar 4 persen.

Senin, 20 Juni 2016



ROKOK, MENARA KUDUS & TREMBESI  Apakah nitizen sudah tahu Trembesi ?  trembesi atau Pohon Hujan merupakan sebuah tumbuhan pohon besar, tinggi dengan tajuk yang sangat melebar. Tumbuhan ini pernah populer sebagai tumbuhan peneduh. Pohon ini mempunyai beberapa julukan nama seperti Saman, Pohon Hujan dan Monkey Pod namun perakarannya yang sangat meluas membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Saat ini pantai utara Jawa serta Madura dilakukan penghijaun tepi jalan raya dan program ini dimulai dari kota Kudus.
Mengapa dari kota Kudus? Sebuah yayasan DjarumFoundation di Kudus memberi perhatian, dana dan tenaga perawat bibit hingga pohon Trembesi dewasa. Selama ini kota Kudus yang dikenal Menara Kudus, tepatnya masjid Menara Kudus yang dibangun pada tahun 1549 dengan menggunakan batu bata Baitul Maqdis dari Palestina. Masjid ini terletak di desa Kauman kota Kudus, adalah perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu. Menjelang bulan Ramadhan di kawasan masjid menjadi tempat keramaian Festival Dhandhangan.

            Kota Kudus yang menjadi besar dengan berdirinya pabrik – pabrik rokok seperti Gentong Gotri, Noyorono dan yang paling besar Djarum Kudus. Bagi kaum remaja mungkin bertanya penulisan ‘JARUM’ mengapa tertulis ‘DJARUM’? merek dagang rokok ‘Djarum’ ditulis sebelum Ejaan yang Disempurnakan pada tahun 1972. Ribuan bahkan puluhan ribu penduduk kota dan kabupaten Kudus bekerja pada usaha rokok, dari home industry hingga skala pabrik dengan ribuan karyawannya. Pabrik rokok Djarum dengan puluhan ribu karyawan memiliki Tanggung Jawab Sosial berupa pendirian yayasan Djarum Foundation yang sudah dikenal luas dengan program Bea siswa serta program Sejuta Pohon. Dipilihlan pohon Trembesi sebagai pohon di tepi jalan yang meliputi Jawa dan Madura.

Jumat, 10 Juni 2016

MANFAAT DAUN TEMBAKAU DALAM AKTIFITAS HARIAN



MANFAAT DAUN TEMBAKAU DALAM AKTIFITAS HARIAN  Tembakau setelah berumur sekitar 5 bulan dengan ciri-ciri lebar daun sudah optimal dan tebal daunnya menunjukkan siap panen. Daun tembakau saat dituai berwarna hijau dan tidak mempunyai karakter dan rasa khas sebelum melewati proses pengeringan. proses pengeringan ada empat macam itu sangat penting dalam panen tembakau:

* Air-curing, dilakukan dengan menggantung daun tembakau di tempat terbuka, menghasilkan daun yang rendah kadar gulanya.

* Flue-curing, digunakan terutama untuk tembakau sigaret, dengan menggunakan
panas buatan yang disalurkan melalui pipa besi, menghasilkan daun dengan kadar gula tinggi.

* Fire-curing, yang dengan api terbuka sebagai sumber panas buatannya yang menghasilkan daun coklat tua dan aroma asap.

* Sun-curing, dilakukan di bawah matahari, menghasilkan tembakau kunyah yang manis dan dengan kadar gula yang tinggi.
Kemudian tembakau yang sudah kering itu di grade dan disimpan untuk diumurkan sesuai kebutuhan.

Tembakau memiliki banyak manfaat lain dari daun ini,diantaranya:
1. Obat Diabetes & Antibodi
Para ilmuwan berhasil menggunakan tembakau yang dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi obat diabetes dan kekebalan tubuh. Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal BMC Biotechnology.

2. Insektisida dan melepaskan Gigitan Lintah
Manfaat tembakau, selain diekstrak dan diambil bagian tertentu seperti nikotin yang digunakan di berbagai macam produk baik makanan maupun minuman, tembakau juga bisa kita gunakan untuk melepaskan gigitan lintah saat di dalam hutan, tembakau juga bisa digunakan untuk insektisida karena nikotin yang terkandung merupakan neurotoxin yang sangat ampuh untuk serangga.


3. Pemelihara Kesehatan Ternak
Ekstrak tembakau (nikotin 1,68%) mempunyai potensi untuk membasmi cacing H. contortus. Sebagai akibatnya hasil pengobatan akan memberikan keuntungan bagi para pemelihara ternak, sebab ternak tersebut makin sehat dan tumbuh baik.

4. Penghilang Embun
Tembakau bisa juga digunakan untuk menghilangkan embun, uap air pada kaca dalam mobil pada waktu hujan. Kupas sebatang rokok lantas gunakan dengan cara menggosokkan tembakau pada kaca tersebut. Tentu hal ini tidak diperlukan jikalau mobil sudah menggunakan AC.

Inilah sekilas empat manfaat daun temabakau bagi kita dalam aktifitas harian